Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Turun Berat Badan tanpa Sengsara, Mau?

diet
Menahan lapar, terasa lemas, malas belanja gara-gara diet? Duh, it's so yesterday. Ahli di bidang nutrisi, Inge Permadhi MS SpGk, mengungkapkan, diet bukan berarti tidak makan. "Dan, itu yang kerap disalahartikan oleh masyarakat. Diet sehat itu pada dasarnya adalah memperhatikan apa yang kita makan, bukannya tidak makan sama sekali," kata dia saat ditemui beberapa waktu lalu.
Inge menjelaskan, pola makan sehat adalah yang seimbang dengan energi yang dikeluarkan. Kegemukan kerap kali terjadi ketika asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh tak sesuai dengan energi yang keluar sehingga akhirnya menumpuk menjadi lemak.
Untuk melakukan diet sehat, spesialis gizi dari Universitas Indonesia ini menuturkan, perlu pengaturan pola makan yang tepat, yang diungkapkannya dengan 3 J. "Perhatikan jumlah, jenis, dan jadwal makan yang benar," ujarnya.
  1. Pertama adalah jumlah, di mana seseorang disarankan oleh Inge untuk peduli pada kalori yang masuk dan keluar dari tubuh.
  2. Kedua adalah jenis. Apa saja jenis makanan yang dikonsumsi dan apakah sudah mencukupi kebutuhan berbagai nutrisi dan gizi yang diperlukan tubuh.
  3. Terakhir adalah jadwal. Untuk menerapkan pola makan sehat, bukan hanya jumlah yang perlu diperhatikan, tetapi juga jadwal makan yang teratur.
"Ingat sekali lagi. Diet, bukan berarti tak makan. Orang yang diet justru harus makan teratur sehingga saat makan berikutnya tidak berlebihan," kata Inge.
Selain ketiga hal tersebut, persiapan diet sehat selanjutnya adalah motivasi dan strategi yang tepat untuk mencapai keberhasilan diet. Inge berpendapat, ketika seseorang memutuskan untuk diet, harus ada keinginan dari dalam diri sendiri untuk memperbaiki pola makan yang selama ini dijalani. Begitu juga dengan strategi. Diet yang baik, dikatakan Inge, harus disertai dengan olahraga ringan, seperti aerobik atau lari-lari kecil rutin.

Source : link

Cara Praktis Merawat Rambut Hasil Rebonding

Beberapa proses mengubah gaya dan tekstur rambut mensyaratkan perhatian ekstra saat perawatan. Proses pelurusan rambut, yang biasanya dilakukan dengan bahan-bahan kimia, akan merusak rambut Anda dalam waktu singkat.


Untung saja para ahli rambut menyarankan beberapa cara yang tergolong praktis untuk dilakukan oleh mereka yang melakukan rebonding dengan tetap menjaganya sehat dan teratur. Bukan cara yang memakan waktu, namun membutuhkan keteraturan dan kebiasaan baik untuk rambut Anda. Agar dapat tampil alami seperti Aimee Teegarden di atas, ikuti kiat berikut.

Jangan dicuci sementara
Bahan kimia yang Anda gunakan di salon saat meluruskan rambut membutuhkan waktu lama untuk berproses. Dikutip dari Beauty Starlet, waktu yang aman adalah 48 jam setelah pertama kali diluruskan, baru setelah itu Anda boleh mencuci rambut.

Masker rambut pada bulan pertama
Ini salah satu perawatan ekstra yang kami maksud. Dikutip dari New Beauty, masker rambut akan memberi kekuatan dan pelembap yang cukup bagi rambut Anda. Gunakan seminggu sekali, lalu pakailah penutup rambut selama beberapa saat untuk membiarkannya hangat.

Gunakan sisir bergigi jarang
Agar terlihat alami dan mencegah patahnya rambut yang sudah Anda rebonding, gunakan sisir bergigi jarang saat mengatur rambut. Aplikasikan pada rambut yang dalam keadaan basah agar lebih mudah mengaturnya. New Beauty menyarankan teknik yang tergolong efektif menjaga rambut Anda ini dengan catatan melarang penggunaan sisir sikat yang padat.

Kain satin di bantal Anda
Apa hubungannya? Bahan satin yang digunakan untuk membungkus bantal penopang kepala Anda ternyata dapat mengurangi kekusutan rambut, sehingga Anda akan mudah mengaturnya pada pagi hari.

Hindari menggaruk kulit kepala
Kondisi kulit kepala yang terkena bahan-bahan kimiawi dari salon berbeda dengan perawatan natural yang sebelumnya Anda lakukan. Skin Biology mencatat bahwa gesekan/garukan dapat membuat kulit kepala Anda “terbakar”, yang nantinya akan merusak jaringan rambut hasil rebonding Anda.

Hati-hati gunakan pengering rambut
Konsekuensi yang harus Anda alami setelah rambut direbonding adalah kekeringan pada bagian kepala dan batang rambut. Karena itu, hindari penggunaan pengering rambut dengan panas berlebih. Kondisi rambut kering yang sudah parah dapat mengakibatkan rambut patah.

Source : link

Menulis Juga Bisa Bikin Langsing

Menulis cerpen, ilustrasi
Anda ingin menurunkan berat badan? Sebenarnya banyak cara yang mudah yang bisa dilakukan, bahkan tanpa risiko yang membahayakan. Misalnya saja dengan menulis. 
Tak percaya? Menulis hal-hal positif yang ringan dan sederhana, yang setiap hari kita lakukan, bisa menurunkan berat badan kita, lho. Bahkan kita malah tidak sadar kalau berat badan kita sudah turun.
Sebuah penelitian telah dilakukan di Amerika dan Kanada, mengenai hubungan menulis hal-hal positif, dengan penurunan berat badan. Penelitian ini dilakukan di Stanford University dan College Renford University, pada 45 mahasiswi mereka, yang menderita obesitas.
Separuh dari mereka diminta untuk menulis, selama 15 menit  saja, setiap hari tentang hal-hal dalam hidup mereka sangat dihargai. Misalnya seperti musik, hobi, dan hubungan dengan teman dan keluarga. Separuhnya, tidak.
Hasilnya menakjubkan. Empat bulan kemudian, perempuan yang secara intens menuliskan hal-hal positif tersebut, berat badannya turun, dengan rata-rata 7 kg.
Menurut penelitinya, Prof Chistine Logel, perempuan yang menulis tentang sesuatu yang mereka hargai, setiap hari akan merasa bahagia hidupnya. "Bagaimana kita merasakan tentang diri kita sendiri dapat memiliki efek besar," ujarnya, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (7/1).
Menurutnya, perempuan yang hatinya berbahagia dan selalu berpikir positif,  tak mau banyak makan. Makan yang dilakukannya, adalah makan yang teratur dan baik untuk kesehatan.  
Selanjutnya, perempuan tersebut juga akan melewatkan ngemil. “Karena kebiasaan ngemil ini, banyak dilakukan ketika sang perempuan stres,” katanya. Menurutnya, perempuan yang sering stres atau depresi, akan banyak makan untuk melampiaskan perasaannya.
Jadi, jika sedang menghadapi situasi yang membuat stres, seperti gagal dalam tes atau pertengkaran, Anda pun bisa tetap menurunkan berat badan. “Caranya adalah ingat saja hal-hal positif dan tuliskan dia atas kertas," ujarnya.  Misalnya, ia memberikan contoh, dengan mengingatkan diri kita sendiri betapa kita mencintai anak-anak kita.

Source : link

Kebiasaan Makan yang Salah dan Solusinya

Kebiasaan Makan yang Salah dan SolusinyaTRIBUNNEWS.COM - Tanpa disadari sering kita tidak memperhatikan kebiasaan makan sehari-hari, misalnya karena sibuk di kantor, Anda ingin sedikit memanjakan diri dengan makan makanan berlemak. Atau karena tiba di rumah sudah agak larut, Anda makan malam sambil lesehan menonton televisi.
Kebiasaan seperti ini ternyata sangat tidak bersahabat untuk lingkar pinggang alias berpotensi bikin tubuh Anda menjadi melar. Karena tidak menyadari kesalahan tersebut, Anda juga jadi lebih sulit untuk mengenyahkan timbunan lemak yang berlebihan.
"Kebiasaan yang paling berbahaya adalah ketika kita tidak merasa bahwa itu sesuatu yang penting," ungkap pakar diet Dawn Jackson Blatner, yang juga penulis buku The Flexitarian Diet.
"Ketika orang menambah berat badan, mereka sering tidak mengira bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang sangat penting, dan itu bisa saja benar. Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang besar untuk menambah berat badan 5 kg dalam setahun."
Tapi jangan khawatir, jika Anda terbiasa dengan apa yang Anda lakukan, kebiasaan buruk tersebut masih bisa diperbaiki. Coba lihat apakah Anda kerap melakukan hal-hal di bawah ini, dan bagaimana memperbaikinya.
Makan saat tidak fokus
Hal ini mungkin tidak sebahaya ketika Anda mengemudi sambil SMS-an atau sambil memelototi giant screen yang ada di pinggir jalan. Namun makan sambil membaca majalah, atau sambil browsing internet, akan menyebabkan Anda tidak mengontrol apa yang masuk ke mulut Anda. Ketika perhatian Anda sedang teralihkan, Anda cenderung makan lebih banyak daripada yang Anda perlukan. Hal itu tidak Anda disadari sampai Anda menghabiskannya, karena multi-tasking membuat Anda sulit mendeteksi rasa kenyang.
Menurut berbagai penelitian, makan sambil melakukan kegiatan lain bisa menyebabkan kurangnya rasa puas dengan makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, Anda terdorong untuk makan lebih banyak.
Solusinya sederhana saja: fokuslah dengan makanan Anda ketika sedang makan, dan sebaiknya lakukan di atas meja makan.
Makan sambil berdiri
Kondisinya hampir sama dengan yang terjadi ketika Anda makan sambil nonton televisi atau sambil membaca buku. Misalnya, makan sambil bersandar di pantry, atau sambil berjalan ke suatu tempat karena ingin menghemat waktu.
Menurut Judith S. Beck, penulis buku The Beck Diet: How to Think Like a Thin Person, sebaiknya Anda tidak memasukkan apapun ke mulut saat Anda berdiri atau berjalan. Sebab, orang cenderung makan lebih banyak dan lebih cepat ketika sedang berdiri atau berjalan, ketimbang saat duduk. Bayangkan ketika ada kiriman cookies atau donat di kantor, lalu teman-teman Anda menyerbu ke meja tempat makan tersebut disajikan. Asyik bukan, ngobrol sambil terus-menerus mencomot cookies? Akibatnya Anda tak menyadari berapa banyak kalori yang sudah masuk ke tubuh Anda.
Jalan-jalan tanpa rencana
Ketika Anda mendadak ingin menghabiskan akhir pekan di Puncak, lalu Anda berangkat dalam keadaan perut keroncongan, besar kemungkinan Anda akan berhenti di rest area atau di restoran fast food yang Anda temukan di sepanjang jalan. "Akhirnya Anda makan sesuatu yang akan Anda sesali belakangan," ujar Karen Ansel, pakar diet dan juru bicara American Dietetic Association.
Jika perut memang sedang lapar, lebih baik bawa beberapa cemilan sehat yang bisa dimakan di perjalanan, seperti buah-buahan. Atau, rencanakan sejak awal dimana atau bagaimana Anda akan mengisi perut. Paling baik sih, membawa bekal makanan sendiri dari rumah.
Tidak merencanakan menu makanan sebelumnya
Kita cenderung memutuskan apa yang ingin dimakan saat kita sudah berada di depan food court atau deretan warung. "Menjelang makan siang, tiba-tiba Anda sudah berdiri di depan sajian makanan atau lemari es, lalu mencoba memutuskan apa yang akan dimakan dan berapa banyak yang akan dimakan," papar Scott Kahan, direktur George Washington University Weight Management Program di Washington, D.C. Bila tidak merencanakannya, Anda cenderung akan memilih makanan yang terlihat paling menggiurkan.
Bandingkan jika Anda merencanakannya sebelumnya. "Aku mau sayuran ah, siang ini. Kemarin sudah makan yang daging-dagingan!" begitu kata Anda saat sedang bersiap turun dari kantor. Menurut Kahan, kebiasaan merencanakan menu makanan akan membuat Anda lebih mudah makan lebih sehat.

Source : link

Tangkis Kebiasaan 'Ngemil' Dengan Yoga

Godaan Mengudap (Ilustrasi)REPUBLIKA.CO.ID, Semua orang tahu, menjaga berat badan tetap stabil itu susah, tak semudah bicara 'makan sedikit, banyak berolahraga. (Bila sesederhana itu, tentu anda tak menengok artikel ini). Satu hal yang harus diatasi adalah bagaimana menghadapi perasaan lapar tiba-tiba padahal jam makan belum lama berselang, keinginan ngemil dan godaan untuk mengunyah ini itu. Nah lho!
Bagaimana membuat menghindari serangan godaan yang datang sering tak kenal waktu. Berikut ini ada lima tips yang diberikan oleh Real Age.
Praktekan meditasi pikiran. Coba habiskan waktu paling tidak 7 menit saja untuk fokus dan mengenali, menerima bahkan menerima godaan mengemil anda ketimbang mengabaikan atau menekannya agar hilang. Mereka yang melakukan meditasi dan mengenali hasrat  ingin ngemil biasanya mudah meredakan dorongan tersebut lebih baik. Berikut ini trik lain untuk menikmati makanan juga dengan pikiran sehingga anda tidak makan berlebih.

Berdiri dan bergeraklah.
Ini disarankan terutama bagi anda yang doyan ngemil coklat. Berjalan akan dengan cepat menurunkan hasrat mengudap coklat meski dorongan sangat besar. Pasalnya aktivitas ini menstimulasi zat kimia otak yang menimbulkan perasaan nyaman sehingga meninggikan semangat anda.
Jangan diam, lakukan sesuatu jika perlu sit up. Saat terbaik adalah ketika iklan di TV sedang tayang. Anda akan mengubah hasrat mengudap anda saat itu juga. Orang dewasan dan anak-anak menyantap kudapan lebih banyak justru setelah melihat pertunjukkan TV yang dipenuhi iklan makanan.
Cobalah yoga. Selain membuat anda lebih kuat, lentur dan tenang, yoga membantu anda mengenali hasrat makan anda, membuat anda mengetahui apakah anda benar-benar lapar atau hanya bosan. Lakukan seri gerak sederhana untuk latihan ringan menyenangkan.

Kunyah saja kudapan yang sulit untuk tidak anda pikirkan
. Kadang upaya melunakan dorongan mengudap justru membuat hasrat itu kian besar. Begitu anda lepas, anda bisa-bisa menghabiskan seluruh kantong kue. Jadi, ambil saja beberapa keping kecil kudapan yang sejak tadi anda pikirkan. Santai dan nikmati setiap gigitannya dan rasakan nikmatnya secara keseluruhan. Setelah itu selesai.

Source : link

Anda Insomnia? Kompres Aja dengan Air Dingin

TRIBUNNEWS.COM - Apa yang Anda lakukan ketika mengalami insomnia? Mungkin Anda akan berusaha membuat diri mengantuk dengan menonton acara yang norak di televisi, membaca buku yang membosankan, hingga minum obat tidur.
Tetapi ada cara lain untuk mengatasi sulit tidur ini, kompres kepala Anda dengan air dingin.
Para dokter dari University of Pittsburgh School of Medicine melakukan suatu eksperimen untuk mengatasi pasien yang menderita insomnia. Sebanyak 12 pengidap insomnia primer (yang mengalami kesulitan tidur akibat stres) dan 12 pasien dengan kesehatan yang terkontrol, diberi tudung plastik yang berisi air dingin di kulit kepala dan dahi. Sebab, pengidap insomnia diketahui memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi daripada mereka yang tak punya gangguan tidur.
Nah, tudung ini rupanya menurunkan suhu prefrontal cortex, bagian otak yang mendorong untuk tidur lelap. Akibatnya, aktivitas otak melambat, dan mendorongnya untuk beristirahat.
Setelah mengenakan tudung khusus tersebut, para pengidap insomnia ini tertidur dengan cepat. Mereka hanya butuh 13 menit untuk tertidur, yang artinya bahkan lebih cepat daripada pasien yang sehat (yang membutuhkan rata-rata 16 menit untuk terlelap). Kedua kelompok responden ini juga menghabiskan 89 persen dari waktu mereka di tempat tidur untuk tertidur lelap.
"Penemuan paling berarti dari studi ini adalah bahwa kita bisa mendapatkan dampak yang menguntungkan bagi penderita insomnia melalui mekanisme yang aman, dan mudah disediakan di rumah," papar Dr Eric Nofzinger, salah satu tim peneliti.
Meskipun demikian, ide memakai headcap berisi air dingin ini mungkin tidak semudah kedengarannya. Misalnya, seberapa dingin suhunya? Selain itu, kebanyakan dari kita tentu merasa tidak nyaman saat menempelkan sesuatu yang dingin pada kepala, apalagi di tempat tidur.
Dalam penelitian dua tahun sebelumnya, para spesialis masalah tidur di Inggris pernah menyarankan cara yang lebih simpel untuk mendinginkan tubuh. Menurut profesor Jim Horne dari Loughborough University, Anda bisa meletakkan kipas angin di samping tempat tidur untuk menghembuskan udara dingin ke arah muka. Begitu darah yang dingin dari pipi mengalir ke jantung, darah akan mengalir sepanjang arteri sambil membawa darah yang lebih hangat ke arah lain dari otak.
"Darah yang lebih dingin memasuki otak, dan menyebabkan tidur yang lebih nyenyak. Anda hanya butuh sedikit hembusan angin ke arah wajah," paparnya.

Source : link
 
animasi blog