Tampilkan postingan dengan label Sains dan Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains dan Teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Bentuk server-server Facebook

Facebook seperti yang kita ketahui merupakan website terbesar kedua setelah Google, bahkan untuk beberapa negara tertentu
(termasuk Indonesia dan 4 negara Asia Tenggara lainnya)
facebook mendapatkan peringkat no. 1
sebagai situs internet terbanyak diakses.

Beragam cerita menarik dibalik peningkatan drastis pengguna facebook, untuk saat ini telah mencapai sekitar 550 juta pengguna aktif facebook dan akan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya.

Uniknya, negara kita ini juga sebagai pendongkrak terbesar atas kesuksesan facebook, Indonesia negara yang memiliki peningkatan drastis pengguna facebook.

Penyebaran Pengguna Facebook

Dalam 550 juta pengguna aktif facebook, terdapat 350 juta pengguna rutin facebook yang tidak pernah melewatkan mengakses facebook setiap harinya.
Jumlah sangat besar yang otomatis sejalan dengan dukungan performance yang baik dari internal perusahaan facebook, tentu saja yang dibutuhkan disini adalah banyaknya server pada data centernya.

Digunakan untuk menampung data setiap detiknya akibat beragam kegiatan pengguna melalui account facebooknya, saat ini server facebook telah mencapai 100.000 jumlahnya. Tentu saja itu adalah angka yang wajar mengingat beberapa keunikan statistik berikut ini :
- Pengguna menghabiskan lebih dari 20 miliar menit di Facebook setiap harinya.

- Setiap minggu pengguna berbagi lebih dari 8 miliar lembar konten, termasuk update status, foto dan catatan.

- Setiap bulan lebih dari 5 milyar foto diupload ke Facebook.

- Pengguna melihat lebih dari 2 juta foto setiap detik.

- server melakukan lebih dari 50 juta operasi per detik,
terutama antara server dan web cache tier.

- Lebih dari 2 juta situs web telah menerapkan fitur Facebook Connect.

Grafik Peningkatan Server

Begitulah keunikan dari situs jejaring sosial terbesar ini, seperti yang kita rasakan saat ini bahwa facebook sangatlah cepat diakses dan minim sekali down, berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika awal pengembangannya, facebook terasa agak berat diakses apalagi untuk pengguna Indonesia, tapi hal itu telah berlalu dan saat inilah masa kejayaan facebook.
Berikut bisa kita lihat beberapa gambar pada facebook server farm (ladang server/data center)

Data center
Pusat data yang memiliki puluhan ribu server.

Pengelolaan hemat energi
Pada baris ini, server ditetapkan untuk meminimalkan energi
yang dibutuhkan untuk menjaga data center berjalan

Tumpukan
Gambar dari dekat tumpukan server dalam dua rak.

Pengendali Suhu
Merupakan pusat yang memiliki sistem pendingin canggih
dan menyimpan pasokan tenaga listrik

Lintas Komunikasi
Kabel terhubung server di pusat satu sama lain
dan fasilitas menyuluruh untuk diakses seluruh dunia

Rencana B dan C dan …
Pusat dibangun menggunakan layered replication replikasi berlapis, model yang membuat hampir tidak mungkin gagal, bahkan jika sistem di San Fransisco overload.

Detail
Gambar dari dekat server secara detil, dalam pengawasan teratur
dan menggunakan teknologi terbaik

Web Server
Server memproses update halaman pengguna secepat mungkin, sehingga komentar atau posting tampil dalam hitungan detik. Menampung 550 juta (dan terus bertambah) pengguna, Maka dari itu membutuhkan kekuatas pusat data yang luar biasa.


Source : link

Mau tahu penyakitmu, ludahi saja Iphone mu

Sudah sering kami bahas ponsel juga bisa digunakan untuk mendiagnosa kesehatan anda tetapi yang satu ini paling keren dan paling . . . . . jorok...!!

Peneliti dari Korea Advanced Institute for Science and Technology (KAIST)
telah berhasil menemukan bahwa layar jenis capacitive yang ada di iPhone (ponsel)
bisa digunakan untuk menganalisa jenis bakteri.

Katanya layar Capacitive itu bisa mengenali jenis bakteri yangn berasal dari cairan seperti pada saat kita bersin atau pilek, tetapi tiap orang ga mau sampel ludahnya ada di layar ponsel mereka.

Untuk bisa menganalisa tentu saja selain anda harus bersin tepat di layar ponsel, ada aplikasi khusus untuk membantu analisa tersebut.


Hmm.... abis itu ada yang pinjam tuh ponsel
sukurin bisa ketularan...??

Source : link

Sabtu, 03 Desember 2011

Ternyata Ada Manusia Yang Hidup di Bawah Tanah

Legenda menyebutkan ada kehidupan di bawah tanah dan pintu masuknya terletak di kutub utara. Legenda itu muncul sejak zaman Plato yang yakin di dalam bumi penuh dengan terowongan dan lubang. Apakah legenda itu benar?

Pemikiran adanya lubang di perut bumi sangat popular di antara penulis science fiction. Bahkan beberapa penulis menunjukkan perhitungan estimasi serta eksperimen untuk membuktikan planet bumi memiliki lubang di dalamnya. Lalu apakah science fiction itu benar?
Doktor Ilmu Geologi dan mineral dari Russian Academy of Natural Sciences Mark Sadikov mengatakan manusia tidak akan bisa masuk ke dalam perut bumi karena tidak ada lubang di kutub utara. Wilayah di utara merupakan zona laut dalam, dan terdapat palung di beberapa bagiannya.
Pejabat riset di Arctic and Antarctic Research Institute Maria Gavrilo juga mengatakan tidak pernah mendapatkan lubang di wilayah utara saat melakukan riset di wilayah itu. Wilayah kutub utara sendiri merupakan lautan yang tertutup es secara penuh.
Di abad 21, kemungkinan adanya lubang itu diteliti kembali. Pakar pendukung teori lubang bumi menyebut medan magnet yang berbeda-beda sebagai indikasi. Mereka juga merujuk pada sinar aurora yang merupakan gas yang muncul di kutub.
Pendukung teori itu menyebut kompas selalu bertingkah aneh saat mendekati kutub. Banyak peneliti juga menyebutkan angin hangat sering berhembus dari kutub utara yang kemungkinan berasal dari lubang besar yang ada di sana.
Maria Gavrilo membantah teori medan magnet. Ia menyebut medan magnet di kutub utara dan selatan terus bergerak meluas. Penelitian di dua kutub itu menunjukkan keduanya tidak stabil dan berpindah secara aktif.
Sementara munculnya aurora polaris merupakan fenomena unik yang dihasilkan oleh atom di bagian atas atmosfer. Aurora itu berbetuk zona oval di atas kutub.
Astronot dari ruang angkasa bisa mengamati bumi berpendar seperti halo di bulan. Namun dari bumi cahaya itu hanya bisa dilihat di kutub. Aurora polaris bisa sangat besar diakibatkan oleh pengaruh interferensi sinyal radio.
Peneliti mengatakan merupakan sesuatu yang normal kompas menjadi tidak terkendali saat mendekati kutub. Hal itu karena medan magnet bumi sangat kuat di dekat kutub dan penunjukkan kompas yang tak karuan adalah usaha untuk menunjuk ke suatu arah tertentu.
Mayoritas ide lubang di dalam bumi lebih banyak berdasarkan asumsi dan bukan data ilmiah. Menurut penelitian, lubang yang mungkin ada hanya gua karst. Kehidupan di dalam bumi juga tidak mungkin, karena tidak cukup ruangan di bawah permukaan bumi.
Kedua, tekanan dan suhu naik drastis di kedalaman tertentu. Saat tambang dibuat lebih dalam dari satu kilometer di Afrika, tempat itu harus dilengkapi pengatur suhu karena ruangan menjadi sangat panas.
Pendukung lubang di dalam bumi menyatakan seharusnya planet memiliki bobot lebih besar jika tidak ada lubang. Tapi Maria Gavrilo mengatakan saat menghitung berat bumi harus berdasarkan massa yang bukan diam tapi bergerak. Jika kenyataan itu diabaikan, maka penghitungan oleh peneliti akan mendapatkan hasil yang salah.
Teori planet bumi berlubang ini akan terus menjadi misteri. Karena hingga kini lapisan bumi yang disebut lithosphere masih misteri, dan tidak ada orang yang tahu apa yang ada di dalam lapisan yang lebih dalam dari lapisan itu.

Astronomi | Air di Bumi Berasal dari Tumbukan Komet



Astronom mengemukakan bahwa air dan samudera yang terdapat di bumi berasal dari komet. Hal ini diungkapkan menyusul hasil analisa komet Hartley 2 dengan Herschel Space Observatory yang dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu (5/10/2011) lalu.
“Hasil penemuan kami menunjukkan, komet memiliki peran besar membawa air dalam jumlah besar ke bumi purba. Ini memperluas kemungkinan sumber air serupa samudera Bumi di Tata Surya, yang kini mencakup komet dari Sabuk Kuiper,” kata Dariusz Lis dari California Institute of Technology.
Komet Hartley 2 adalah komet yang berasal dari Sabuk Kuiper, wilayah berjarak 30-50 kali jarak bumi-matahari yang merupakan kampung halaman dari planet kerdil dan komet. Komet Hartley 2 diketahui memiliki air yang dengan sifat kimia mirip dengan air di bumi.
Ilmuwan lewat teorinya mengungkapkan, bumi pada awalnya panas dan kering sehingga air sebagai unsur kehidupan pasti berasal dari asteroid ataupun komet yang menumbuk bumi. Hingga sebelum penemuan Hartley 2, tak ada bukti bahwa komet memiliki air serupa di bumi.
Hasil analisa lebih lanjut mengungkap bahwa Hartley memiliki air berat dan air reguler dengan proporsi sama dengan bumi. Air reguler ialah air yang biasa kita kenal, H2O. Seementara air berat adalah air yang molekul hidrogen-nya digantikan oleh deuterium.
Ilmuwan mengungkapkan, saat ini, ada 5 komet yang rasio air berat dan air regulernya telah diketahui. Kelimanya berasal dari Awan Oort, sebuah daerah tata surya yang jaraknya 10.000 kali jarak ke Sabuk Kuiper dan merupakan daerah asal dari sebagian besar komet yang telah terdata.
Sampai sejauh ini, ilmuwan beranggapan bahwa depositor besar air di bumi adalah asteroid yang berasal dari daerah antara Mars dan Jupiter. Hasil analisa Hartley 2 membuat ilmuwan berpikir bahwa komet dari Sabuk Kuiper yang selama ini dianggap kurang berperan ternyata punya kontribusi.
Bagaimana proses komet dan asteroid datang dan ‘menciptakan’ air di bumi masih menjadi teka-teki. Geoffrey Blake, professor ilmu keplanetan dari Caltech yang juga terlibat penelitian ini mengatakan, pemahaman tentang distribusi unsur dan dinamika tata surya belum lengkap.
Seperti dikutip Physorg Rabu lalu, Blake mengatakan, “Pada awal tata surya, komet dan asteroid pasti bergerak ke semua tempat. beberapa dari mereka mungkin mendarat dan menabrak di planet kita, lalu menciptakan samudera,” katanya.

Keyboard Dan Mouse Unik Terbuat Dari Kaca

Apa jadinya jika mouse dan keyboard yang anda pakai terbuat dari kaca? Mungkin PC anda akan terlihat mirip dengan cinderella dengan sepatu kacanya. Namun hal tersebut bukanlah bayangan saja, Kickstarter bisa saja mewujudkan hal tersebut.

Keyboard dan mouse yang terbuat dari kaca tersebut didesain oleh Jason Giddings, dan menggunakan teknologi Frustated Total Internal Reflection (FTIR) denga menempatkan sebuah kamera untuk menangkap cahaya inframerah yang dipantulkan. Secara keseluruhan, desain tersebut adalah sebuah desain yang revolusioner, dan sangat berbau masa depan banget.

Selain itu, kedua alat ini menurut rencana akan menggunakan software open source. Sehingga pihak developer dapat dengan mudah mengembangkannya.


Visual mockup desain kedua alat ini dapat dilihat dalam halaman donasi kickstarter. Giddings mengatakan bahwa untuk membuat kedua benda tersebut menjadi nyata, dia membutuhkan paling tidak 50 ribu USD. Jika anda mau berpartisipasi menyumbang 10 USD, mungkin anda bisa memberikan nama kedua alat ini, atau bahkan menjadi orang pertama yang memiliki kedua alat tersebut.


Source : link

Kamis, 01 Desember 2011

Industri Kesehatan Banyak Berteknologi Rendah

Saat ini, teknologi kesehatan yang dimanfaatkan di Indonesia hampir separuhnya berkategori rendah. Pakar Farmakologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi tinggi kesehatan baru sekitar dua persen di antara 90 persen teknologi kedokteran dan kesehatan di Indonesia yang masih harus impor.

“Pemanfaatan high technology bidang kesehatan sekitar dua persen. Sementara itu, 42 persen teknologi rendah dan sisanya teknologi tingkat menengah,” kata Pakar Farmakologi UGM, Iwan Dwi Prahasto, dalam Forum Riset Industri Indonesia di Auditorium Pasca Sarjana UGM, Jakarta, Kamis 1 Desember 2011.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini ada 180 ribu penelitian kesehatan. Namun, sekitar 98 persen dari penelitian tersebut termasuk riset sumbu pendek, tidak komprehensif dan berkelanjutan. Bahkan, terdapat penelitian yang sama dilakukan oleh peneliti dari perguruan tinggi yang berbeda.
Kalaupun terdapat riset yang bagus, tetapi tidak terjembatani karena keterbatasan dana dari perguruan tinggi. Untuk itu, Iwan memandang pemerintah perlu meningkatkan anggaran untuk kalangan perguruan tinggi guna melakukan riset bahan baku obat dan teknologi kesehatan.

Menurut Iwan, sumber daya manusia di Indonesia mampu mengembangkan teknologi kedokteran seperti yang dilakukan oleh negara maju. “Riset teknologi  kesehatan minimal tiga tahun, tidak butuh waktu lama,” katanya.

Menanggapi soal dana riset, Staf Ahli Menkes Soewarta Kosen mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan anggaran di bidang kesehatan dengan mengalokasikan dana sekitar lima persen dari APBN atau Rp70 triliun dan 10 persen dari dana APBD di daerah.

Ia mengusulkan kalangan perguruan tinggi juga memanfaatkan bantuan dana dari internasional. “Dari APEC ada tawaran besar grant untuk riset,” katanya.

Sementara itu, kalangan industri juga perlu dukungan riset perguruan tinggi mengingat industri sudah mengeluarkan biaya besar. Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk bunga pinjaman perbankan dan beban biaya logistik dalam distribusi produk.

“Dari segi financing, jika Malaysia dan Filipina bunga enam persen sampai 10 persen. Kalau di tempat kita sampai 14 persen. Di industri, ada beban biaya sekitar 16 persen untuk logistik dalam distribusi produk. Kalau negara tetangga Malaysia hanya lima persen,” kata Wakil Ketua Kadin, Bambang Sujagad. (art)

Source : link
 
animasi blog